Ceramah Dalam Kubur
Warga Menangis Dengarkan Dakwah Dalam Kubur
Warga Menangis Dengarkan Dakwah Dalam KuburUstadz Muzammil saat hendak dimasukan ke dalam kubur
Kutoarjo,(sorotpurworejo.com)--Ribuan warga Kutoarjo dan sekitarnya memadati jalan di Kampung Snepo Krajan RT 01/07 Kelurahan Kutoarjo, Kutoarjo, Selasa (26/01/2016) malam. Mereka menyaksikan dan mendengarkan Ustadz Muzammil, asal Desa Giri Kencana, Kecamatan Ketahun Bengkulu Utara yang menyampaikan dakwahnya dari liang kubur, selama hampir dua jam Ustadz Muzammil memberikan pencerahan agama dan mengajak warga dan jamaahnya untuk ingat mati.
Ustadz Muzamil memberikan dakwah dalam rangka mengisi pengajian rutin malam Rabu Legi Roudlotul Jannah Kutoarjo, bersama majelis Dzikrul Maut, di halaman rumah Ustadzah Ita yang memiliki nama lengkap Mega Safitri, S.H, M.Hum, suami dari Abdul Halim warga yang baru Mualaf dan bergabung sebagai jamaah pengajian rutin malam Rabu Legi Roudlotul Jannah Kutoarjo.
Penyampaian dakwah yang langka dan unik itu membuat takjub seluruh jamaah. Tak hanya larut dalam suasana dakwah, seluruh jamaah dibuat menangis tersedu-sedu dan terkesima atas dakwah yang disampaikan Ustadz Muzammil.
Metode yang dilakukan Ustadz Muzammil dengan prosesi yang unik. Sebelum ceramah Ustadz Muzammil diperlakukan sebagaimana umat Islam ketika meninggal dunia. Setelah dikafani, sang Ustadz dimasukkan dalam kuburan dan bagian atasnya ditutup papan. Setelah itu lubang kuburan itu ditutupi dengan tanah dan dipadatkan. Setelah selesai peletakan nisan dan penaburan bunga diatas kubur, sang ustadz menyampaikan ceramah agamanya dari liang kubur.
Ustadz Muzammil menyampaikan, majelis taklim para pecinta Muhammad SAW selalu diberikan keberkahan, maka berbahagialah mereka yang tidak mengecewakan Allah SWT.
"Akan datang suatu saat lidah menjerit memohon pertolongan dan syafaat Nabi Muhammad SAW saat di akhirat. Allah itu indah menyukai segala sesuatu yang indah menerima segala sesuatu, tidak mau menerima ajaran di luar ajaran Allah. Maka dari itu bertobatlah wahai manusia. Orang yang mengingat Allah mengalir air matanya," katanya dalam ceramah saat dikubur.
Dari dalam kubur, panitia sudah menempatkan mikrofon dalam liang kuburan untuk pengeras suara. Selama hampir 2 jam sang ustadz mengajak jemaah meningkatkan iman dan takwa di bawah kondisi kurangnya oksigen. Setelah mengakhiri ceramah agamanya, sang ustad dikeluarkan kembali dari dalam kubur dengan kondisi segar bugar.
“Ini baru pertama kalinya ada dan digelar di Purworejo, kita sengaja menghadirkan beliau untuk mengisi pengajian rutin malam Rabu Legi ini,” tutur Ketua Penyelenggara, Kyai Khoirul Anam.
Dalam gelaran itu, panitia juga menyediakan 10 titik layar lebar yang terpasang di sejumlah lokasi agar warga yang hadir bisa melihat. Karena tidak dapat melihat langsung secara dekat, tata cara metode dakwah yang disampaikan Ustadz Muzammil.
Sementara Ustadz Muzammil, saat ditemui mengatakan, metode dakwah dari dalam kubur telah dilakukan sejak tahun 2006 lalu. Ustadz Muzammil telah menyampaikan dakwah dengan metode itu tak hanya di dalam negeri, tak jarang, beliau juga diminta memberikan dakwah seperti itu hingga keluar negeri. “Metode ini saya lakukan sejak tahun 2006. Bahkan dalam satu bulan pernah ada 17 tempat saya menyampaikan dakwah dengan cara demikian,” katanya.
Metode dakwah itu tidak hanya membuat takjub jamaah dalam negeri, jamah luar negeri bahkan sejumlah pejabat dari sejumlah Negara lain juga dibuat terkesima. “Pernah ada tokoh di Malaysia memberikan hadiah mobil Fortuner kepada saya, karena apresiasi melihat metode dakwah yang saya sampaikan melalui You Tube, padahal kita belum pernah bertemu,” lanjutnya.
Ustad Muzammil mengatakan, metode dakwah itu mampu menyedot perhatian warga masyarakat untuk datang dalam pengajian. “Cara ini saya lakukan, agar seluruh warga bisa datang dalam pengajian, siapapun mereka akan tertarik dan penasaran, selanjutnya setelah mendengar pengajian, warga akan terketuk dan ikut dalam pengajian, serta bisa mengambil hikmah yang disampaikan dalam pengajian dan melaksanakan apa yang disampaikan dalam pengajian,” jelasnya.
Mesti baru pertama kali menyampaikan dakwah di Purworejo, Ustadz Muzammil mengaku senang datang di Purworejo. Selain bisa menyampaikan dakwah, Ustadz Muzammil juga bisa berkunjung ke rumah kerabat di Purworejo. “Kebetulan Mbah Buyut asli dari Bagelen Purworejo,” tutupnya.
Warga Menangis Dengarkan Dakwah Dalam KuburUstadz Muzammil saat hendak dimasukan ke dalam kubur
Kutoarjo,(sorotpurworejo.com)--Ribuan warga Kutoarjo dan sekitarnya memadati jalan di Kampung Snepo Krajan RT 01/07 Kelurahan Kutoarjo, Kutoarjo, Selasa (26/01/2016) malam. Mereka menyaksikan dan mendengarkan Ustadz Muzammil, asal Desa Giri Kencana, Kecamatan Ketahun Bengkulu Utara yang menyampaikan dakwahnya dari liang kubur, selama hampir dua jam Ustadz Muzammil memberikan pencerahan agama dan mengajak warga dan jamaahnya untuk ingat mati.
Ustadz Muzamil memberikan dakwah dalam rangka mengisi pengajian rutin malam Rabu Legi Roudlotul Jannah Kutoarjo, bersama majelis Dzikrul Maut, di halaman rumah Ustadzah Ita yang memiliki nama lengkap Mega Safitri, S.H, M.Hum, suami dari Abdul Halim warga yang baru Mualaf dan bergabung sebagai jamaah pengajian rutin malam Rabu Legi Roudlotul Jannah Kutoarjo.
Penyampaian dakwah yang langka dan unik itu membuat takjub seluruh jamaah. Tak hanya larut dalam suasana dakwah, seluruh jamaah dibuat menangis tersedu-sedu dan terkesima atas dakwah yang disampaikan Ustadz Muzammil.
Metode yang dilakukan Ustadz Muzammil dengan prosesi yang unik. Sebelum ceramah Ustadz Muzammil diperlakukan sebagaimana umat Islam ketika meninggal dunia. Setelah dikafani, sang Ustadz dimasukkan dalam kuburan dan bagian atasnya ditutup papan. Setelah itu lubang kuburan itu ditutupi dengan tanah dan dipadatkan. Setelah selesai peletakan nisan dan penaburan bunga diatas kubur, sang ustadz menyampaikan ceramah agamanya dari liang kubur.
Ustadz Muzammil menyampaikan, majelis taklim para pecinta Muhammad SAW selalu diberikan keberkahan, maka berbahagialah mereka yang tidak mengecewakan Allah SWT.
"Akan datang suatu saat lidah menjerit memohon pertolongan dan syafaat Nabi Muhammad SAW saat di akhirat. Allah itu indah menyukai segala sesuatu yang indah menerima segala sesuatu, tidak mau menerima ajaran di luar ajaran Allah. Maka dari itu bertobatlah wahai manusia. Orang yang mengingat Allah mengalir air matanya," katanya dalam ceramah saat dikubur.
Dari dalam kubur, panitia sudah menempatkan mikrofon dalam liang kuburan untuk pengeras suara. Selama hampir 2 jam sang ustadz mengajak jemaah meningkatkan iman dan takwa di bawah kondisi kurangnya oksigen. Setelah mengakhiri ceramah agamanya, sang ustad dikeluarkan kembali dari dalam kubur dengan kondisi segar bugar.
“Ini baru pertama kalinya ada dan digelar di Purworejo, kita sengaja menghadirkan beliau untuk mengisi pengajian rutin malam Rabu Legi ini,” tutur Ketua Penyelenggara, Kyai Khoirul Anam.
Dalam gelaran itu, panitia juga menyediakan 10 titik layar lebar yang terpasang di sejumlah lokasi agar warga yang hadir bisa melihat. Karena tidak dapat melihat langsung secara dekat, tata cara metode dakwah yang disampaikan Ustadz Muzammil.
Sementara Ustadz Muzammil, saat ditemui mengatakan, metode dakwah dari dalam kubur telah dilakukan sejak tahun 2006 lalu. Ustadz Muzammil telah menyampaikan dakwah dengan metode itu tak hanya di dalam negeri, tak jarang, beliau juga diminta memberikan dakwah seperti itu hingga keluar negeri. “Metode ini saya lakukan sejak tahun 2006. Bahkan dalam satu bulan pernah ada 17 tempat saya menyampaikan dakwah dengan cara demikian,” katanya.
Metode dakwah itu tidak hanya membuat takjub jamaah dalam negeri, jamah luar negeri bahkan sejumlah pejabat dari sejumlah Negara lain juga dibuat terkesima. “Pernah ada tokoh di Malaysia memberikan hadiah mobil Fortuner kepada saya, karena apresiasi melihat metode dakwah yang saya sampaikan melalui You Tube, padahal kita belum pernah bertemu,” lanjutnya.
Ustad Muzammil mengatakan, metode dakwah itu mampu menyedot perhatian warga masyarakat untuk datang dalam pengajian. “Cara ini saya lakukan, agar seluruh warga bisa datang dalam pengajian, siapapun mereka akan tertarik dan penasaran, selanjutnya setelah mendengar pengajian, warga akan terketuk dan ikut dalam pengajian, serta bisa mengambil hikmah yang disampaikan dalam pengajian dan melaksanakan apa yang disampaikan dalam pengajian,” jelasnya.
Mesti baru pertama kali menyampaikan dakwah di Purworejo, Ustadz Muzammil mengaku senang datang di Purworejo. Selain bisa menyampaikan dakwah, Ustadz Muzammil juga bisa berkunjung ke rumah kerabat di Purworejo. “Kebetulan Mbah Buyut asli dari Bagelen Purworejo,” tutupnya.
Komentar
Posting Komentar